Berikut ini adalah komentar dari alumni Bintang Merah yang telah diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.  Bahkan beberapa dari mereka telah lulus menjadi sarjana.

Telepon: 021-79194903

SMS     : 0813-19694477

E-mail  :

bintangmerah@yahoo.com

Tia bisa diterima di FSRD-ITB?  Mungkin karena kemauan yang keras, usaha sana-sini dan… sudah takdir kali ya?   Enggak juga sih…  andil Binmer amat besar!   Bayangin, sampai-sampai alumni Binmer yang ada di ITB, juga ikut memberikan dukungan dan semangat.  Binmer udah kayak rumah kedua buat Tia, lagipula… nasi goreng Bu Emmy enak banget!

Oktianita, alumni SMUN 4 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Seni Murni 2005.

Kenapa Icha bisa diterima di ITB? Karena kerja keras dan latihan yang banyak.  Jelas Icha gak akan rajin berlatih menggambar kalau enggak ada Binmer.  Dengan latihan yang terarah seperti di Binmer, kreatifitas kita akan dibina.  Icha disana dilatih meneliti persoalan dengan cermat, dan kemudian menjawabnya dengan menggambar secara detail dan lengkap.  Ini kebetulan cocok dengan karakter Icha.  Seru deh di Binmer!  Baru kali ini ada les yang bikin gandrung dan les-nya jadi hobby.

Fryza Pavitta Puspanegara,  alumni SMUN 38 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Produk 2005.

 

 

Sita waktu membaca soal ujian masuk merasa “one-step-ahead”, karena ternyata soal yang diberikan lebih mudah daripada soal-soal yang biasa dipakai untuk latihan di Bintang Merah.  Jadi… enteng deh Sita menyelesaikan seluruh soal ujiannya!

Pracista Dhira Prameswari, alumni SMU Al-Izhar Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Interior 2005.   

Kalau enggak masuk ke Binmer gak mungkin gue diterima di FSRD-ITB, karena dulu gambar gue gak bagus.  Lain dengan sekarang!  Gue dapet banyak tip-tip yang amat berguna, misalnya gambar dan garis harus tebal, baru gambar itu bagus.

William Wahyu Waluyo, alumni SMU Cendrawasih 1 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Seni Murni 2005.

Banyak bener hal-hal yang positif di Binmer, orang-orangnya enak, sesama murid, dan guru semuanya enak diajak bergaul.  Udah gitu disana bukan hanya ngobrolin soal pelajaran, tapi juga hal-hal lain misalnya film, game, dan hal-hal lain yang serba menarik.  Disana mental gue terbentuk dengan mantap, sehingga walaupun gue digangguin waktu sedang ujian, gue tetep aja bisa konsentrasi.

Michael Binako, alumni SMU Gonzaga Jakarta

FSRD-ITB jurusan Seni Murni 2005.

 

Wah!  Diasty kaget waktu pertama kali masuk.  Enak bener di Binmer!  Baru pertama kali Diasty lihat ada bimbel kayak gini.  Suasananya santai enggak kaku.  Dengan pengajar kayak temen aja.  Yang jelas sih di  Binmer Diasty dapet banyak bener info tentang ujian masuk ke FSRD-ITB.   Walaupun gambar Diasty dari dulu udah bagus, tapi di Binmer Diasty banyak belajar tentang tehnik menggambar yang benar.

Diasty Hardhika Putri, alumni SMUN 55 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Komunikasi Visual 2005.

 

Di Binmer kelasnya dingin, pake musik lagi!  Lingkungan dan orang-orangnya yang menyenangkan bikin  gue sampe sering nginep di Binmer, padahal rumah gue kan deket dari situ.  Kompetitif!...  Itu yang gue rasakan setelah gue melihat di kelas gue Reguler-B banyak bener yang bisa ngegambar.  Malu kan kalau gambar gue enggak “item”... Item itu maksudnya adalah gambarnya penuh, detail, dan garis-garisnya tegas.

Wastu Widyawan Paramaputra. Alumni SMU Labschool Rawamangun Jakarta, FSRD-ITB jurusan  Seni Murni 2005.

Gue merasa Binmer itu sangat membantu sehingga gue bisa diterima di FSRD-ITB.  Karena gue banyak belajar tentang tehnik menggambar dan juga tip-tip supaya bisa diterima disana.  Aneh deh… di Binmer itu murid sama guru koq akrab banget ya?

Irawan Yudha A., alumni SMUN 61 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Kriya Seni 2005.

 

Betah tuh di Binmer… karena lingkungan belajarnya sangat mendukung dan kondusif.  Walaupun jauh dan macet  dari Pamulang ke Kalibata, tapi tetap dibelain juga!

Sarasati Kushandani, alumni SMUN 70 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Produk 2005.

 

Yang bikin Luky diterima di ITB itu karena Luky bebas mengekspresikan ide.  Dan Luky sekarang tahu bahwa seni itu tidak mempunyai nilai benar atau salah, karena penilaian itu relatif datangnya dari orang yang menilai.  Itu Luky dapatkan dari Binmer.

Luky Primadani, alumni SMUN 70 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Komunikasi Visual 2005.

 

Tadinya gue cuma berani membuat gambar yang normal dan biasa.  Tapi setelah masuk Binmer, gue jadi lebih berani untuk mengekspresikan ide-ide yang tidak normal dan tidak biasa.   Gue belajar banyak di Binmer, tentang sudut pandang, fokus, karakter dan berbagai hal  baru buat gue yang tadinya tidak pernah terpikirkan.

Zaldy Armansyah, alumni SMUN 8 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Seni Murni 2005.

Waktu sedang menggambar suasana pada waktu ujian saringan masuk ke ITB, gue melihat gambar orang lain di kiri-kanan gue.  Koq mereka gambarnya pada kosong dan tipis-tipis ya?  Disitu gue merasa beruntung sudah masuk ke Binmer!

Ananggadipa Raswanto, alumni SMUN 3 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Produk 2005.

 

BM... top abis lah pokoknya! Mulai dari guru-gurunya sampe anak-anaknya asik semua.  Cara ngajarnya itu loh... ngga biasa banget.  Tapi ini tempat yg bikin Irene betah bukan main.  Di BM bukan cuma skill yang diasah, tapi juga kreativitas alias menang ide.  BM udah ngasih Irene banyak banget hal yg berharga.  Ngajarin gimana Irene harus PD sama gambar plus 'nakal' dalam ide.  Irene banyak minta saran sama pengajar kalo Irene mo tes Arsitektur Unpar dan bikin portfolio buat daftar universitas lain.  Alhasil Irene keterima tuh di Arsitektur Unpar, Lasalle-SIA College of The Arts dan juga Nanyang Academy of Fine Arts Singapore Irene babat pula.  Irene juga diterima di Desain Komunikasi Visual ITB, tapi akhirnya Irene ngelepas ITB untuk Lasalle-SIA Singapore. Tapi kemanapun Irene pergi, hasil ajaran para suhu BM tetep berguna.  Yg penting rajin masuk, dengerin penjelasan, sering nanya, niscaya deh....

Irene Kencana W., alumni SMU Santa Ursula Jakarta

Lasalle-SIA College of The Arts Singapore 2005.

 

Apa yang gue dapatkan dari BM banyak!  Selain dari peningkatan tehnik menggambar, gue juga merasakan adanya  persiapan mental yang cukup baik untuk menghadapi ujian saringan masuk FSRD-ITB.  Tapi paling penting, gue jadi punya kemampuan untuk mengatur waktu untuk menyelesaikan gambar dalam waktu yang singkat.  Ini tidak bisa didapat kalau tidak banyak berlatih.   Berlatih dimana?  Ya di BinMer dong…...

M. Rizsky A.P. (Charda),  alumni SMUN 81 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Produk 2005   

 

Abang gue kebetulan bekerja dibagian desain grafis untuk sebuah perusahaan periklanan.  Dia menyarankan gue untuk masuk ke Bintang Merah.  Ternyata saran abang gue itu enggak salah.  Gue sekarang kuliah di Desain Komunikasi Visual  FSRD-ITB …. Cihuy!   Untung bener gue di BM diajarin gambar pake kertas ukuran A2 yang lebar banget.  Nah!  waktu ujian masuk ke ITB kertasnya jauh lebih kecil.  Jadi… enteng buat gue. 

Eddu Enoary Aigfen,  alumni SMUN 34 Jakarta

FSRD-ITB jurusan Desain Komunikasi Visual 2005